Otak Anda terdiri dari milyaran sel otak yang disebut neuron. Setiap neuron saling berkomunikasi (menjalin hubungan) dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron dalam otak inilah yang disebut "gelombang otak" atau brainwave. Jadi yang disebut gelombang otak adalah "arus listrik" yang dikeluarkan oleh otak. Apabila otak tidak lagi mengeluarkan gelombang otak, maka kita tahu bahwa otak tersebut sudah mati.
Gelombang otak bisa diukur dengan peralatan Electroencephalograph (EEG). Diketahui bahwa frekuensi gelombang otak yang dihasilkan oleh neuron bervariasi antara 0,5 - 99 Hz dan digolongkan menjadi gelombang delta, theta, alpha dan beta. Setiap gelombang punya karakteristik yang berbeda-beda serta menandakan kondisi mental seseorang.
Jenis gelombang otak dilihat dari besar frekuensinya :
a. Gelombang Delta: Penyembuhan, Tidur Sangat Nyenyak.
Kondisi Delta (0.5-4 Hz), saat gelombang otak semakin melambat, sering dihubungkan dengan kondisi tidur yang sangat dalam. Beberapa frekuensi dalam jangkauan Delta ini diiringi dengan pelepasan hormon pertumbuhan manusia (Human Growth Hormone), yang bermanfaat dalam pertumbuhan sel tubuh.
b. Gelombang Theta: Relaksasi mendalam, Meditasi, Peningkatan Memori
Lebih lambat dari Beta, kondisi gelombang otak Theta (4-8 Hz) muncul saat kita bermimpi pada tidur ringan. Atau juga sering dinamakan sebagai mengalami mimpi secara sadar. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Kondisi “senjakala” (twilight) dapat digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam, menghasilkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur, meningkatkan kreativitas dan pembelajaran.
Kondisi Theta, jika dihasilkan dalam kondisi terjaga, akan menyediakan peluang untuk mengakses aktivitas bawah sadar, mendorong alirannya ke pikiran sadar. Kondisi Theta juga sering dihubungkan dengan manusia-manusia yang memiliki perasaan kuat terhadap empati dan intuisi.
c. Gelombang Alpha: Kreativitas, Relaksasi, Visualisasi
Gelombang otak Alpha (8-15 Hz) sangat kontras dibandingkan dengan kondisi Beta. Kondisi relaks mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar, sehat. Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk perenungan, memecahkan masalah, dan visualisasi, bertindak sebagai gerbang kreativitas kita. Biasanya frekuensi gelombang alpha ini terjadi saat kita sedang beribadah / melakukan ritual keagamaan dengan khusyu dan tenang seperti sholat n dzikir, semedi dan ritual2 agama sesuai keyakinan kita masing2.
d. Gelombang Beta: Waspada, Konsentrasi.
Kondisi gelombang otak Beta (15-33 Hz) menjaga pikiran kita tetap tajam dan terfokus. Dalam kondisi Beta, otak Anda akan mudah melakukan analisis dan penyusunan informasi, membuat koneksi, dan menghasilkan solusi-solusi serta ide-ide baru. Beta sangat bermanfaat untuk produktivitas kerja, belajar untuk ujian, persiapan presentasi, atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan tinggi.
e. Gelombang Gamma
Terjadi pada frekuensi (33 – 99 Hz) ketika seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan, terburu-buru karena dikejar deadline pekerjaan atau keadaan lain yang sangat menegangkan bagi orang tersebut, berkelahi, bertengkar, adu mulut dan aktifitas aktifitas lain yang melibatkan emosi dalam intensitas yang tinggi.
Saat kita sering dalam kondisi Gamma maka kondisi tubuh n psikis kita akan semakin memburuk karena saat otak menghasilkan gelombang gamma maka sel2 dalam tubuh kita akan lebih cepat rusak dan sulit untuk beregenerasi
Pandangan keliru yang selama ini ada dalam benak banyak orang adalah otak hanya menghasilkan satu jenis gelombang pada suatu saat. Saat kita aktif berpikir kita berada pada gelombang beta. Kalau kita rileks kita berada di alfa. Kalau sedang melamun, kita di theta. Dan, kalau tidur lelap kita berada di delta. Pandangan itu salah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suatu saat, pada umumnya, otak kita menghasilkan empat jenis gelombang secara bersamaan, namun dengan kadar yang berbeda. Misalnya dalam kondisi tidur, otak kita lebih banyak memproduksi gelombang delta, tapi tetap memproduksi theta, alpha dan beta walaupun kadarnya sedikit
Setiap orang punya pola gelombang otak yang unik dan selalu konsisten. Keunikan itu tampak pada komposisi jenis gelombang pada saat tertentu. Komposisi gelombang otak itu menentukan tingkat kesadaran seseorang. Meditasi adalah salah satu cara paling kuno untuk mengatur pola gelombang otak. Sedangkan bagi masyarakat modern yang sibuk, Terapi Gelombang Otak menjadi salah satu cara favorit untuk mengatur pola gelombang otak agar sesuai dengan kebutuhan.
Sebenarnya, selain 4 jenis gelombang yang kami sebutkan diatas (Delta, Theta, Alpha dan Beta) masih ada gelombang otak yang lebih tinggi yaitu Gamma dengan frekuensi 33-99 Hz, HyperGamma dengan frekuensi tepat 100 Hz dan gelombang Lambda dengan frekuensi tepat 200 Hz. Menurut Dr. Jeffrey. D. Thompson, dari Center for Acoustic Research, gelombang HyperGamma dan Lambda berhubungan dengan kemampuan supranatural, metafisika atau paranormal.
Hasil diagnose yang dilakukan di Grup SEHAT BAHAGIA menunjukkan masing2 frekuensi gelombang otak yang bersangkutan optimal di frekuensi berapa tuk kondisi yang ada.
Jadi misal :
Dari hasil diagnosa,
gelombang delta optimal si A di 2,5 Hz maka jika ingin tidur dalam kondisi optimal/nyenyak optimal maka gelombang otak perlu disetting/diprogram di frekuensi 2,5 Hz. (soal setting gelombang otak/program frekuensi gelombang otak akan dibahas tersendiri)
gelombang theta optimal si A di 4,8 Hz maka jika ingin di hypnotherapy ato meditasi optimal maka gelombang otak perlu disetting / diprogram di frekuensi 4,8 Hz
gelombang Alpha optimal si A di 12,6 Hz maka jika ingin melakukan sholat/dzikir atau ritual ibadah lainnya optimal maka gelombang otak perlu disetting / diprogram di frekuensi 12,6 Hz
gelombang Beta optimal si A di 19,7 Hz maka jika ingin belajar atau konsentrasi kerja optimal maka gelombang otak perlu disetting / diprogram di frekuensi 19,7 Hz
gelombang Gamma optimal si A di 76,2 Hz maka kita harus mensetting / memprogram frekuensi gelombang otak agar tidak berada di frekuensi 76,2 Hz agar tidak mengalami kondisi Gamma optimal karena kondisi tersebut sangat merugikan/merusak sel2 dalam tubuh kita
Orang-orang yang mengalami psikosomatis / Anxietas / GERD / ASLAM seringkali ditemukan mengalami kondisi frekuensi gelombang otak real di frekuensi Gamma ini. Sehingga therapy gelombang otak bisa juga digunakan untuk mentherapy penderita psikosomatis / Anxietas/GERD/ASLAM dengan mengkondisikan agar gelombang otak pasien meninggalkan zona Gamma yaitu diturunkan ke kondisi beta atau alpha
Hasil diagnosa yang dilakukan di Grup SEHAT BAHAGIA menunjukkan gelombang otak real, kondisi optimal setiap individu dan juga kondisi maksimal bs mencapai frekuensi gelombang otak berapa Hz, juga menunjukkan frekuensi optimal untuk masing2 level. Dengan mengetahui point2 ini maka individu bs mengetahui kondisi gelombang otaknya masing2 dan juga melakukan tindakan2 yang disesuaikan dengan kondisinya agar bisa menjadi solusi atas permasalahan-permasalahan yang ada.